Review Chiang Rai Full Day Tour by Travel Hub

Untitled

Chiang Rai I’m coming !!

Waw gak nyangka saya sampai juga ke Chiang Rai, daerah paling utara di Thailand. Lengkaplah sudah perjalanan saya dari ujung selatan sampai ke ujung utara Thailand. Karena waktu kami yang terbatas, kami memutuskan ikut Chiang Rai Full Day Tour untuk tujuan Suku Leher Panjang Karen, Golden Triangle, Wat Rong Khun, dan Border Myanmar Thailand. Destinasi yang kami tuju ini terletak di luar kota Chiang Mai, jadi kalau mau pakai transportasi umum bakal memakan waktu yang cukup lama.

Agen Travel yang saya pakai kali ini adalah Travel Hub. Tour ini saya dapatkan dari referensi seorang travel blogger (tapi saya lupa namanya hehehe). Enaknya pakai agen travel ini saya bisa milih jenis tournya dan pesan online. Jadi saya gak repot-repot nyari agen travel selama di Chiang Mai. Untuk Chiang Rai Full Day Tour saya harus membayar 1250 Baht (sekitar 475.000 Rupiah). Saya baru sadar kalau itu cukup mahal juga ya buat kantong backpacker hehe. Berikut saya berikan review tentang Chiang Rai Full Day Tour by Travel Hub.

Destinasi Wisata Chiang Rai Full Day Tour by Travel Hub

Ada 5 destinasi wisata yang akan kita tuju, destinasi ini merupakan destinasi umum yang biasa dipakai oleh agen travel lainnya. Masih banyak destinasi lain yang bisa kita pilih di web. Destinasi yang kami tuju adalah :

  1. Hot Spring Water

hijab-backpacker.com

Kalau mendengar kata “Hot Spring Water” apa yang ada di pikiran kita?Pastinya sumber air panas dimana kita bisa relax dan santai sambil merendam kaki kita, tapi jangan berharap lebih! Soalnya Spring Water yang saya kunjungi ini cuma mata air kecil yang mengeluarkan air panas terus di belakangnya ada tulisan Chiang Rai Hot Spring Water. Selebihnya, seperti rest area, kita bisa makan, minum atau ke toilet. Tour guide kami hanya memberikan waktu sekitar 15 menit disini. Oh ya, kalau pingin nyoba air panasnya bisa pergi ke toilet, soalnya airnya panas hehe.

  1. White Temple (Wat Rong Khun)

hijab-backpacker.com

Destinasi selanjutnya adalah Wat Rong Khun atau White Temple, dinamakan White Temple karena bangunannya berwarna putih semua. Sedangkan kata Rong Khun diambil dari nama daerahnya. Wat Rong Khun ini dibangun oleh seorang pelukis asal Thailand untuk menunjukkan kecintaannya pada Buddha. Berdasarkan penjelasan dari tur guide kami, makna filosofis dari putih itu adalah warna surga.

Sayangnya pintu masuk Wat melaui  jembatan itu sedang ditutup dan saya tidak menemukan pintu masuk lain ke dalam Wat,  padahal saya pengen banget masuk ke Wat itu, yang katanya ada mural painting yang menceritakan bagaimana para hero dunia menumpas kejahatan. Overall, White Temple ini jadi tempat wajib kalau kita pergi ke Chiang Rai karena ini juga salah satu ikon Chiang Rai. Karena waktu yang terbatas, kami tidak bisa menikmati dan menjelajah setiap sudut Wat. Destinasi lain menanti kami hehe.

  1. Long Neck Karen Tribe Village

hijab-backpacker.com

Nah ini destinasi yang liputannya sering saya liat di TV, suku berleher panjang. Kampung suku Karen terletak agak terpencil, sebenarnya masih banyak sih suku-suku lain yang berleher panjang. Tetapi yang paling terkenal adalah suku Karen, katanya sih karena mereka cantik-cantik hehe. Orang-orang dari suku tersebut berasal dari Myanmar atau China yang mengungsi karena suatu konflik. Mau tahu sejarah lebih lengkapnya? Baca disini. Kami menghabiskan waktu yang cukup lumayan lama disini. Ya cukup lama, karena kami disini hanya berfoto-foto dan belanja saja 😀

  1. Golden Triangle (Perbatasan Laos-Myanmar-Thailand)

Golden Triangle merupakan perbatasan antara Thailand, Myanmar, dan Laos. Dulunya tempat ini punya sejarah kelam karena menjadi pusat perdagangan Narkoba, Daerah perbatasan tempat ini rawan sekali konflik dan sering dijadikan sebagai tempat pelarian para pengungsi dari China, Myanmar dsb. Kami menyeberangi sungai Mekong untuk mampir di Pulau Don Xao Laos. Waw, lumayanlah buat nambah-nambah foto hihihi.

hijab-backpacker.com

Untuk menyebrang ke pulau ini, kami harus membayar biaya tambahan sebesar 300 Baht (sekitar 114.000 rupiah). Ternyata biaya tur yang kami bayar belum termasuk biaya menyebrang sungai Mekong. Gak papa deh, udah sampai sini juga. Di Pulao Don Xao Laos, tidak banyak yang bisa kami lakukan, kecuali foto-foto beli gantungan kunci Laos, kaos Laos, dan barang-barang bermerk Laos lainnya.

  1. Mae Sai ( Border Myanmar Thailand)

hijab-backpacker.com

Destinasi terakhir kami adalah Mae Sai, border Myanmar-Thailand. Sayangnya kalau kita mau masuk Myanmar kita harus bayar 500 Baht sebagai tiket masuk dan passport kita akan ditahan. Karena kami gak mau ngeluarin duit lagi, kami cuma foto-foto di luar aja :D. Eh ternyata bule yang satu tur sama kami juga gak ada yang masuk hehe. Habis itu kami pulang ke Chiang Mai 😀

 Kesan menggunakan Chiang Rai Full Day Tour by Travel Hub

1.Tour Guide

Tour guide kami yang pake kacamata  hitam  :)

Tour guide kami yang pake kacamata hitam 🙂

Alhamdulillah, kami dapat Tour Guide yang ramah, baik, friendly dan bahasa Inggrisnya lancar jadi kami mudah memahami setiap penjelasannya. Saat break dan istirahat makan siang, dengan baik hati, tour guide kami memisahkan meja kami dari minuman beralkohol. Dia juga membantukan kami mencari tempat shalat.

2. Akomodasi

Kami menggunakan mini van yang cukup untuk ber 12 orang. Van-nya nyaman dan bersih. Kami juga diberi air minum gratis selama perjalanan. Kita akan dijemput oleh tour guide kita di tempat hotel kita menginap, jadi kita gak perlu repot-repot datang ke agen. Penjemputannya juga sangat tepat waktu 🙂

3. Break Makan Siang

Saat siang hari, tur guide kami yang pengertian sekali membawa kami ke tempat peristirahatan dan makan siang di tepi sungai Mekong. Makan siang ini sudah termasuk dalam paket tur yang kita bayar. Demi keamanan saya pilih vegetarian food yang sama sekali gak ada rasanya  T_T ,untunglah ada sop jagung yang membantu memberi rasa gurih.

Vegetarian food aka halal food hihi

Vegetarian food aka halal food hihi

Setelah makan saya bertanya pada tur guide saya tempat shalat, dengan sedikit menyesal dia bilang tidak ada, tapi dia mau bantu mencarikan. Ah, we love you deh!! Akhirnya setelah mencari-cari , sang manager restaurant  yang juga gak kalah baiknya menawarkan ruang kerjanya. Managernya baik, ramah, dan lucu. Awalnya saya kira dia pelayan biasa, soalnya dia pakai kostum pelayan dan ikut hilir mudik melayani tamu-tamu. Keren deh pokoknya!! Ruang managernya terletak di depan restoran dan transparant, jadi waktu kami shalat diliatin bule-bule. Berasa jadi penghuni kebun binatang sih, udah ruangannya designnya kayu dan temanya hutan-hutan gitu, ditambah ada kaca transparant,  diliatin lagi,untung gak di foto haha. Cuek aja deh , Bismillah…..

Secara keseluruhan saya puas dengan Chiang Rai Full Day Tour by Travel Hub. Tur guidenya oke, gak ada kata molor, destinasi tempatnya juga asyik. Kita bisa pilih private tour atau group tour, tentunya dengan harga yang berbeda. Untuk pemesanan bisa  datang langsung atau online, kalau mau langsung kantornya ada persis di depan Tha Phae Gate Chiang Mai . Proses pemesanan lewat online juga mudah, sangat membantu kami yang cuma punya waktu sedikit. Soal harga saya kurang tahu apa sudah termasuk murah atau belum. Saya sempat baca-baca kalau ada yang dapat 1600-1800 Baht dengan destinasi wisata yang sama. Mungkin kalau teman-teman punya pengalaman lain bisa sharing disini juga :). Buat yang mau pakai jasa tur ini silahkan klik webitenya disini.

4 Responses to “Review Chiang Rai Full Day Tour by Travel Hub”
  1. Anisa February 10, 2017
  2. mega February 23, 2017
  3. chris damayanti August 29, 2017
  4. Azka September 10, 2017

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.