Pesona Kota Kecil Hat Yai

Pesona Kota Kecil Hat Yai

Halo Hijab-backpackers! Punya rencana backpacking ke Bangkok lewat jalur darat? Jangan lupa mampir Hat Yai, kota kecil penuh pesona yang terkenal sebagai kota singgah antara Malaysia dan Thailand. Hat Yai adalah salah satu kota yang terletak di provinsi Songklah, di Thailand bagian selatan. Meskipun kecil, kepopulerannya melebihi Songklah sebagai ibu kota provinsi utama. Hanya butuh waktu 1 jam menuju Hat Yai dari Danok ( perbatasan Malaysia dan Thailand ) atau kalau di total hanya butuh waktu 8-9 jam dari Kuala Lumpur Malaysia. Waw, seperti jarak Bandung-Yogyakarta ya? Bedanya ini antar negara.

Karena letak geografisnya ini, Hat Yai menjadi rute utama jalur darat bagi para backpacker yang akan menuju Thailand dari Malaysia atau sebaliknya.Dari Hat Yai kamu bisa melanjutkan perjalanan menuju Bangkok atau Phuket. Biasanya para backpacker hanya menghabiskan waktu sehari tanpa menginap, sambil menunggu jam keberangkatan pesawat, bis atau kereta menuju tujuan selanjutnya. Dalam waktu sehari kamu bisa menjelajah keunikan kota Hat Yai. Perpaduan budaya antara Buddha-Thai dan Islam-Melayu jadi pesona tersendiri yang bisa kamu temui di sini. Nah, pesona apa saja yang bisa kamu temui di Hat Yai?

Living Cost yang murah !!

Tidak perlu khawatir soal living cost, Hat Yai adalah kota dengan living cost yang murah dibandingkan Bangkok, apalagi Jakarta. Jalan-jalan di Hat Yai tidak akan membuat kantongmu kering, kamu bisa cukup berhemat sambil tetap menikmati berbagai macam tempat wisata di Hat Yai. Sebagian besar tempat wisata tidak memungut biaya apapun alias gratis. Contohnya Wat Hat Yai Nai atau yang lebih dikenal sebagai patung Buddha terbesar ketiga di dunia. Objek wisata ini sangat terkenal di Hat Yai dan tidak dipungut biaya masuk kesini. Untuk sampai di sini kamu cukup naik song thew (sejenis angkot) dengan tarif 10 baht atau sekitar 3600 rupiah, setelah itu kamu bisa menikmati keindahan patung Buddha ini. Gimana, murah banget kan? Hanya dengan 3600 rupiah, pesona budaya Buddha-Thai sudah bisa kamu dapatkan.

Surganya kuliner

Puas menjelajah pesona kota Hat Yai, saatnya mengisi perut. Sebagai hijab-backpackers kamu tidak perlu khawatir kesusahan mencari makanan halal, berbagai macam restoran berlabel “halal” tersebar di pusat kota Hat Yai. Jika ingin ngemil atau jajan ringan, cukup cari penjual wanita berkerudung yang biasanya berjualan di pinggir jalan. Jangan pusing soal budget makan! Harga makanan di sini sangat terjangkau . Hanya dengan 50-60 Baht atau sekitar 20.000 rupiah saja, lidah kita akan dimanjakan dengan semangkuk Tom Yam Kung khas Thailand. Kamu bisa makan bermangkok-mangkok Tom Yam dengan harga segitu.

Cocok buat pecinta Shopping

Punya hobi backpacking sekaligus belanja? Hat Yai surganya! Hat Yai sangat memanjakan pecinta shopping dengan harga barang-barangnya yang sangat murah, mulai dari gadget keluaran terbaru, fashion dengan kualitas bagus, atau sekedar oleh-oleh souvenir Thailand. Sebagai contoh harga kaus Thailand dengan kualitas kain nomor 1 hanya dibandrol seharga 100 Baht atau 35000 rupiah saja per item! Bandingkan dengan kaus buatan Thailand yang dijual di Jakarta, untuk membelinya kita harus mengeluarkan kocek mulai dari 75.000 rupiah per item, lumayan jauh ya? Nah, dengan harga murah yang kita dapat di Hat Yai kamu bisa memborong oleh-oleh khas Thailand untuk orang-orang tercinta di Indonesia. Bapak, ibu, adik, kakak, teman-teman, suami atau pacar kamu pasti akan senang dapat oleh-oleh dari Thailand.

Aman buat hijab-backpackers !

Karena Islam masih agama minoritas di sini, pasti muncul pertanyaan tentang rasa aman ketika backpacking disini. Thailand selatan memang terkenal sebagai daerah rawan konflik, tapi kamu gak perlu khawatir Hat Yai 100 % aman !! Kamu tidak akan menemui suasana perang atau ancaman terorisme di sini, sebaliknya Hat Yai merupakan kota yang super toleran. Bahkan saya kerap menemui pedagang muslim yang menitipkan barang dagangannya pada penjual muslim ketika mereka hendak shalat. Jangan takut bakal dapat pengalaman buruk hanya karena kamu berjlbab, di Hat Yai banyak kok orang yang berjilbab dan itu sudah jadi hal yang umum sama seperti di Indonesia. Islam sudah mulai diterima di masyarakat kota Hat Yai, karena itulah kamu tidak akan kesulitan mencari tempat shalat. Sebagian tempat wisata seperti Gim Young Market atau mal-mal besar di Thailand sudah menyediakan tempat shalat bagi umat Islam Hat Yai. Jadi, sambil berwisata kamu bisa tetap menjalankan shalat tepat waktu.

Bahasa bukan masalah

Gak bisa bahasa Thailand? Atau kesusahan pakai bahasa Inggris? Jangan khawatir, di Hat Yai kamu masih bisa pakai bahasa Melayu kok. Karena sering dikunjungi turis melayu, sebagian besar orang-orang Hat Yai bisa bahasa Melayu. Apalagi yang muslim, kebanyakan mereka datang dari 3 daerah (Yala, Pattani, dan Narathiwat) yang berbatasan langsung dengan Malaysia. Jadi gak heran kalau mereka bisa berbahasa Melayu. Asyik kan? Kamu bisa menawar harga semurah mungkin tanpa perlu bingung soal bahasa.

Tertarik melihat langsung pesona kota Hat Yai? Tunggu apalagi datang dan rasakan sensasi pesona kota kecil Hat Yai !

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.