Cat-Per Backpacking Thailand #Part 5 : Kota Sejarah Ayutthaya

IMG_20150409_182005

“Ayutthaya…Ayutthaya…”

Suara petugas kereta api membuat saya segera bersiap-siap membereskan barang-barang saya di atas kasur. Sudah dari jam 5 tadi saya bangun dan gak tidur lagi soalnya menurut jadwal kereta akan tiba jam 7 pagi. Saya takut keenakan tidur dan kelewatan. Ternyata perjalanan jauh dengan menggunakan kereta tidur enak banget. Kita bisa beristirahat dengan nyaman, minimal ngelurusin badan setelah jalan-jalan seharian hehehe. Detail cerita tentang kereta tidur silahkan baca disini.

Saya terpisah dengan dua teman saya, teman saya memilih kereta ekonomi sedangkan saya memilih kereta tidur. Saya kapok naik kereta ekonomi untuk perjalanan jauh, badan saya rasanya sakit semua karena gak bisa istirahat dengan nyaman. Sampai di Ayutthaya, saya menunggu kedua teman saya yang baru turun dari gerbong lain. Hari masih pagi, tapi stasiun kereta Ayutthaya sudah lumayan penuh. Sambil menunggu teman saya, saya mulai cari-cari shower room dan sayangnya tidak ada :(. Duh alamat gak mandi nih hehehe

Kami mulai berdiskusi mau kemana setelah ini, karena informasi yang kami dapat tentang Ayutthaya sedikit sekali. Apalagi kami belum pernah ke Ayutthaya dan belum punya gambaran seperti apa Ayutthaya itu. Akhirnya setelah berdiskusi cukup lama, kami memutuskan untuk pergi ke masjid. Tujuan kami sih mandi dan dandan hehe, kan kita mau foto-foto jadi harus eksis cantik donk hihihi. Masjid yang akan kami datangi adalah Masjid Pakistan yang ada di dekat pusat kota Ayutthaya, tapi kami tidak tahu bagaimana caranya kesana. Yang jelas kami gak mau naik taksi untuk berhemat, maklumlah backpacker kere hehe.

Dengan berbekal GPS di Hp, kami mulai berjalan mencari Masjid Pakistan. Suasana kota Ayutthaya ternyata cukup sepi dan tidak jauh berbeda dengan Hatyai. Kami terus berjalan mengikuti GPS, tapi kok gak ketemu-ketemu ya? Jangan-jangan kami nyasar lagi :(. Karena ragu, kami bertanya pada mbak-mbak yang lagi nunggu bis di halte. Ternyata benar kami nyasar! Waaaa. Kata mbaknya, seharusnya dari stasiun tadi, kami langsung naik songthew biru saja. Karena songthew gak lewat jalan ini akhirnya kami harus balik lagi ke stasiun. Padahal jalannya lumayan jauh juga loh. Semangat aja deh, namanya juga backpacker hehehe.

Sampai di stasiun kami langsung naik songthew warna biru, sebelumnya kami minta pada supirnya untuk menurunkan kami di masjid Palestine karena kami gak tahu tempatnya. Songthew pun mulai berjalan menyusuri kota Ayutthaya. Mata kami tetap memperhatikan sekeliling, kalau-kalau kami melihat Masjid Pakistan. Begitu kami melihat tulisan Masjid Pakistan kami langsung heboh dan langsung memencet bel. Untung masjidnya pinggir jalan, jadi masih gampang ditemuin hehehe. Ongkos songthew-nya ternyata lebih murah dari Hatyai, cuma 7 Baht aja 😀

IMG_20150409_182813

Masjid Pakistan, penyelamat kami 😀

Di masjid kami langsung mandi dan istirahat sebentar, agak lama juga kami disitu soalnya sekalian beres-beres barang. Hampir sekitar 1 jam kami udah siap ngeksis, tapi perut kami malah dangdutan hehe. Kami memutuskan cari makanan halal, Alhamdulillah ada makanan halal dekat masjid. Tanpa basa-basi kami langsung cuss pesen makanan. Karena bingung mau pesan apa, saya pesan nasi goreng  seharga 30 Baht. Sambil makan kami berdiskusi mau kemana dulu di Ayutthaya, karena jujur kami bingung banget. Mau kemana ya di Ayutthaya? Blog-blog yang kami baca biasanya pake tur satu hari dengan tuk-tuk atau sewa sepeda/motor. Dari tadi kami gak ngeliat penyewaan sepeda dan motor dan rencana kami mau nginep sehari di Ayutthaya.

Akhirnya kami mau nyari hotel dulu, buat nyimpen tas yang berat banget kalau dibawa kemana-mana. Kami mendapatkan rekomendasi hotel dari buku backpacking yang kami bawa. Selesai makan, kami semangat banget cari hotel. Pastinya jalan kaki, no taxi atau tuk-tuk heehe. Kami mengandalkan GPS lagi buat nyari hotelnya kali ini kami selingi juga dengan tanya-tanya ke penduduk sekitar, memastikan kalau kami sudah berjalan di jalan yang benar *ceileh hihihi. Kami berjalan lumayan jauh dan akhirnya ketemu juga hotelnya. Asyiik!!!! Tapi kenapa tutupan semua ya? Sepi dan gak berpenghuni gitu, kami ketok-ketok gak ada yang jawab, akhirnya kami telp hotelnya, jawabannya “ Sorry the hotel close”. APAAAAAAAHHHHH? Udah jalan jauh-jauh dan hotelnya tutup? Sakitnya tuh disini !!! T_T

Kami udah mutung (bahasa jawa : ngambek), udah capek nyasar dan muter-muter jauh tapi tutup. Kami udah males nyari hotel lagi dan memutuskan untuk cari hotel terdekat saja. Tepat di depan hotel yang tutup itu, ada hotel lain namanya “Baan-One Love Hotel”. Kami mendapatkan harga 600 Baht untuk ber-3, kamarnya gak ber-AC dan kami ditempatkan di lantai 4 yang paling atas. Pelayanannya gak bagus sama sekali, awalnya kami dikasih harga 400 Baht, terus mendadak diganti dan kami disuruh masuk aja tanpa dijelaskan ini itu. Bikin tambah emosi aja, ya sudahlah daripada harus jalan jauh lagi mending makan ati di hotel ini.

Kami istirahat sebentar di hotel dan melanjutkan perjalanan kami keliling Ayutthaya dengan sepeda sewaan yang (untungnya) dicarikan pihak hotel. Tujuan kami adalah Wat Mahathat, Wat yang paling terkenal di Ayutthaya karena ada kepala Buddha di dalam pohon. Kami terus keliling-keliling naik sepeda, tapi masih gak nemu Wat Mahathat. Kami mampir-mampir di Wat, wat kecil lainnya. Kalau ada Wat yang bayar kami gak masuk hehehe.

IMG_20150409_182643

Narsis dulu boleh kan hehe

IMG_20150409_182538

Reruntuhan bangunan di Ayutthaya, dulunya ini adalah penjara

Di sepanjang jalan, kami banyak melihat reruntuhan wat yang memang sengaja dilestarikan. Dulunya Ayutthaya adalah pusat kerajaan Thailand, kemudian pasukan Burma menyerang Ayutthaya dan menghancurkan kota Ayutthaya. Sejak saat itu, ibu kota Thailand pindah ke Bangkok. Reruntuhan-reruntuhan itu adalah bukti kalau Ayutthaya dulunya pernah menjadi pusat kerajaan Thailand. Ayutthaya benar-benar penuh nuansa sejarah.

IMG_20150409_181810

Bangunan Wat lain dari sebrang jalan

Kami berkeliling dari satu wat ke wat yang lain, jujur saya agak cukup bosan karena yang saya lihat itu-itu saja. Mungkin juga karena efek gak mood dari tadi pagi hehehe. Ditambah lagi teman saya kelaparan, jadilah kami keliling-keliling cari makanan halal yang lumayan susah ditemui. Waktu lagi cari makanan halal, kami malah nemu Wat Mahathat. Sekalian aja kami masuk dulu, tujuan kami tentunya kepala Buddha yang ada di dalam pohon. Bangunan Wat Mahathat luas sekali, tapi belum sempat kami keliling hujan sudah turun, rasanya tambah gimana gitu. Sayang banget udah bayar 50 Baht, tapi gak sempet keliling Wat. Kami memutuskan untuk pulang saja dan cari makanan halal.

IMG_20150409_182426

Akhirnya Wat yang dicari ketemu juga 😀

IMG_20150409_182055

Jangan lupa foto dulu sama kepala Buddhanya yang terkenal itu 🙂

Keluar dari Wat Mahathat, kami melewati pasar makanan dan kebetulan ada orang yang berjilbab jualan disana. Tadinya kami mau beli, tapi gak ada tempat makannya. Akhirnya kami cari tempat lain, kata orang-orang sekitar kalau sore banyak makanan halal, terutama di sekitar Pasar Hua Row. Dengan semangat 45 karena perut udah kelaperan, kami pergi kesana. Alhamdulillah, ternyata stand makanan halalnya udah buka. Tanpa ba-bi-bu lagi kami langsung parkir sepeda dan duduk dengan manis di salah satu stand makanan. Padahal si penjualnya masih beres-beres hihihi.

IMG_20150409_182345

Kami pelanggan pertama loh hehe

IMG_20150409_182305

Ini dia menu serba bebek 😀

Saya pesan nasi daging bebek panggang seharga 40 Baht. Laper banget setelah seharian jalan-jalan dan gak mood tadi hehe. Teman saya pesan Mie Daging Bebek Panggang dan baunya menggoda banget, bikin saya jadi ngiler. Selesai makan nasi saya langsung pesen Mie Daging Bebek lagi seharga 40 Baht, jadilah saya makan 2 porsi hari itu hehehe. Gak cukup sampai disitu, kami juga menjelajah makanan-makanan yang ada di sekitar situ. Kami beli banyak banget,  mulai dari roti bakar, es krim, ceker goreng dsb. Menurut saya, selama seharian jalan-jalan di Ayutthaya acara makan-makan inilah yang paling bikin berkesan dan seneng hahaha

collage_20150413080014409

Mari makaaaaan

IMG_20150409_182214

Dinner ditemenin Wat di sebrang sungai

Perut udah kenyang, kaki udah capek, kami juga udah puas ketawa-ketiwi dan narsis. Makan malam kali ini cukup mengobati kekecewaan kami seharian tadi, sekarang saatnya kami pulang ke hotel untuk istirahat. Besok kami harus pulang ke Bangkok dan ambil kereta paling pagi. Jadi gak boleh tidur malem-malem. Meskipun Ayutthaya kurang memberikan kesan, tapi suatu saat saya pengen balik lagi kesini. Saya pengen lebih mengeksplore Ayutthaya lagi, karena sebenarnya kota Ayutthaya itu cantik dan eksotis. Nah, kami udah nyampe hotel, udah cuci muka, shalat, beres-beres dan udah siap bocan hehe. Sampai jumpa besok!!

Keterangan Baht Rupiah
Songthew 7 2660
Sarapan 30 11400
Hotel 200 76000
Sewa Sepeda 60 22800
Tiket Wat Mahathat 50 19000
Makan 80 30400
Jajan 100 38000
Total 527 200260

*Kurs 1 Baht = 380

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.