Dusit Palace : Kemegahan Thailand Berpadu Eropa

Anantha Sakhom Throne Hall

Anantha Sakhom Throne Hall

Bangunan bergaya Eropa itu begitu megahnya berdiri di bawah sinar matahari yang terik. Dari kejauhan saya sudah merasakan keanggunan bangunan tersebut. Bergegas saya mempercepat langkah menuju bangunan tersebut. Tujuan saya kali ini adalah Anantha Sakhom Throne Hall yang berada di dalam Dusit Palace Kompleks. Dusit Palace merupakan salah satu istana raja yang ada di Bangkok selain Grand Palace.

Dusit Palace dibangun oleh Raja Chulalongkorn (Rama V) sekitar akhir abad ke 19. Raja Chulalongkorn adalah Raja pertama Thailand yang mengunjungi Eropa. Selama perjalanannya, Raja Chulalongkorn terinspirasi oleh banyak  istana di Eropa yang sangat indah dan besar. Sepulangnya ke Thailand, Raja Chulalongkorn kemudian membangun Dusit Palace dengan perpaduan arsitektur Eropa.

Dusit Palace di bangun di area yang sangat luas dengan berbagai macam jenis bangunan. Nama asli dari Dusit Palace adalah “Suan Dusit” yang berarti “Taman Surga”.  Saat ini Dusit Palace dibuka untuk umum dan menjadi salah satu tempat wisata yang terkenal di Bangkok. Beberapa bangunan di Dusit Palace dijadikan museum untuk memamerkan barang-barang kerajaan. Sebagian bangunan lain tetap dipertahankan seperti aslinya. Sayang sekali, kita tidak boleh berfoto di dalam bangunan. Jadi kamera saya tidak bisa merekam keindahan bangunan ini.

IMG_20150121_143428

Salah satu bangunan di Kompleks Dusit Palace

Bangunan di Dusit Palace

Kompleks Dusit Palace memiliki banyak sekali bangunan, mulai dari Anantha Sakhom Throne Hall, The Vimanmek Royal Teak Mansion, Abhisek Dusit Throne Hall, Royal Elephant Museum, Suan Hong Residential Hall dan lain sebagainya. Butuh waktu hampir 3 jam lebih untuk mengelilingi istana ini. Namun karena waktu saya terbatas saat itu, saya hanya mengunjungi Vimanmek Royal Teak Mansion, Abhisek Dusit Throne Hall, dan Anantha Sakhom Throne Hall.

– The Vimanmek Royal Teak Mansion

IMG_20150121_144224

Vimanmek Mansion

Nama lain dari istana ini adalah Vimanmek Mansion. Istana ini disebut-sebut sebagai bangunan kayu jati terbesar di dunia dan dibangun tanpa menggunakan paku sama sekali. Yang unik dari Vimanmek Mansion adalah bangunan ini dibangun dengan gaya Eropa tapi menggunakan metode pembangunan ala Thailand.

Raja Chulalongkorn menggunakan istana ini sebagai kediaman pribadinya sampai tahun 1906. Kemudian istana ini tidak digunakan sampai Ratu Indharasaksaji tinggal selama beberapa tahun. Setelah itu istana ini tidak digunakan sama sekali dan hanya digunakan untuk menyimpan barang-barang pribadi Raja.

collage

sumber : thailandvoyage.com

Vimanmek Mansion kemudian dibuka sebagai museum yang menyimpan barang-barang pribadi Raja. Tata letak dan dekorasi istana ini kemudian dirubah lagi seperti saat Raja masih tinggal disini. Suasana kehidupan kerajaan masih bisa kita rasakan ketika kita masuk kesini. Semua meja, kursi, lemari tempat tidur, meja makan masih terawat dengan baik. Kamar tidur, kamar mandi, ruang makan, ditampilkan sesuai fungsinya.

Mengelilingi istana ini serasa berjalan di mesin waktu karena kita seolah dibawa ke masa lalu. Saya seperti menyaksikan gambaran kehidupan keluarga kerajaan. Istana ini merupakan saksi bisu sejarah kehidupan kerajaan di masa lalu. Kalau kita ingin tahu lebih jelas lagi, kita bisa ikut tour guide yang diadakan 30 menit sekali mulai jam 09.30-15.15.

IMG_3218

Boleh foto tapi di depannya aja 🙂

-Abhisek Dusit Throne Hall

IMG_20150121_144025_20150121144133742

Bagian depan Abhisek Dusit Throne Hall, sempet dimarahin sama satpamnya. Katanya gak boleh foto, padahal kan bukan di dalem -_-

Keluar dari Vimanmek Mansion saya melanjutkan perjalanan menuju Abhisek Dusit Throne Hall. Bangunan ini sangat cantik dengan perpaduan gaya Victoria dan Thailand. Dulunya bangunan ini berfungsi sebagai tempat resepsi dan perjamuan keluarga kerajaan, tapi sekarang sudah beralih fungsi menjadi Support Museum.  Dibandingkan Vimanmek Mansion, bangunan ini tidak terlalu menarik karena hanya memamerkan benda-benda koleksi Raja seperti kain favorit raja, lencana yang dikumpulkan raja, perabotan favorit raja dan lain sebagainya. Selain benda favorit raja, koleksi lainnya adalah kerajinan hasil karya para anggota Support Foundation. Support Foundation adalah yayasan amal milik Ratu Sirikit yang bertujuan untuk melestarikan kerajinan tradisional Thailand. Hasil karya para anggota tersebut antara lain tas, keranjang, pot, kain sutra dan kerajinan lain yang semuanya dibuat dengan cara tradisional.

sumber : insideinside.org

Bagian dalam Abhisek Dusit Hall sumber : insideinside.org

– Anantha Sakhom Throne Hall

IMG_20150121_143620
Bangunan terakhir yang saya kunjungi adalah Anantha Sakhom Throne Hall. Inilah bangunan yang paling bikin saya terkagum-kagum. Anantha Sakhom Throne Hall juga menjadi tempat paling favorit di antara semua wisatawan. Anantha Sakhom Throne Hall dibangun dengan gaya Renaissance Italia dan melibatkan 2 arsitektur asli Italia Annibale Rigotti dan Mario Tamagno. Sayangnya Raja Chulalongkorn meninggal dunia ketika istana ini belum selesai dibangun. Pembangunan istana ini kemudian dilanjutkan oleh raja selanjutnya yaitu Raja Vajiravudh dengan total biaya sekitar 15 juta Baht. Dulunya bangunan ini digunakan untuk menggelar upacara-upacara kerajaan atau kenegaraan. Saat ini Anantha Sakhom Throne Hall sudah menjadi museum dan tempat pameran.

Melihat bangunan ini dari luar sudah pasti membuat kita berdecak kagum. Bangunan ini sangat besar dan hanya terdiri dari dua lantai. Bagian dalam Anantha Sakhom Throne Hall ternyata lebih mempesona. Saya sampai berdecak kagum berkali-kali. Atapnya berbentuk kubah dan berwarna emas. Di sepanjang dinding dan atap kubah terdapat mural yang menceritakan sejarah dinasti Chakri Thailand mulai dari raja pertama sampai raja keenam. Selain arsitekturnya yang mewah, barang-barang yang di pamerkan dalam bangunan tersebut juga tidak kalah mengagumkan. Ada meja makan raja yang semuanya terbuat dari emas, mulai dari sendok, piring, gelas dan lain sebagainya.

Saat di Ananta Sakhom Throne Hall kita akan diberi Walkie Talkie untuk mendengarkan informasi dari setiap barang yang dipamerkan. Cara penggunaannya sangat mudah, kita cukup menekan tombol di Walkie Talkie sesuai dengan nomer yang tertempel di barang pameran. Sebagai contoh pada sebuah lukisan terdapat nomor 150. Maka kita tinggal menekan nomer 150 pada Walki Talkie untuk mendengarkan penjelasan lengkap tentang lukisan tersebut. Tentunya dalam bahasa Inggris.

Bagian dalam Anantha Sakhom Hall Sumber : enlightermagazine.com

Bagian dalam Anantha Sakhom Hall
Sumber : enlightermagazine.com

Berkunjung ke Anantha Sakhom Throne Hall, benar-benar membuat kita merasakan keindahan sebuah istana. Saya jatuh cinta pada istana ini dan benar-benar merekomendasikan Anantha Sakhom Throne Hall sebagai wisata wajib di Bangkok. Jadi kalau kalian pergi ke Bangkok jangan lupa mampir ke istana ini dan rasakan nuansa kehidupan kerajaan!

Informasi Tambahan tentang Dusit Palace

-Tiket masuk ke Dusit Palace adalah 100 Baht (sekitar 38.000 rupiah), belum termasuk masuk ke Anantha Sakhom Throne Hall. Harga tiket Anantha Sakhom Throne Hall adalah 150 Baht (sekitar 57.000 rupiah).

-Kalau punya tiket Grand Palace masuk ke semua bangunan di Dusit Palace gratis. Tiket gratis ini berlaku selama 7 hari dari tanggal pembelian tiket

-Dusit Palace buka setiap hari Selasa-Minggu jam 08.30-04.30. Hari Senin dan libur nasional tutup.

-Tidak boleh berfoto di dalam bangunan istana maupun museum

-Semua barang bawaan pribadi seperti tas, dompet, harus dititipkan.

-Semua pengunjung perempuan wajib menggunakan kain/sarung/rok panjang sampai mata kaki. Pengunjung laki-laki harus menggunakan celana panjang. Namun ada beberapa kasus pengunjung laki-laki juga harus menggunakan sarung/rok/kain panjang sampai mata kaki.

-Tidak boleh pakai sepatu/sandal  ketika berkunjung ke Vimanmek Mansion dan Abhisek Dusit Throne Hall

Cara Menuju Dusit Palace

Taksi/Tuk-tuk

Ongkos  taksi dan tuk-tuk  bervariasi tergantung jarak tempuhnya.

BTS/MRT

Dusit Palace tidak bisa dicapai oleh BTS dan MRT, kita bisa turun di stasiun BTS Victory Monument keluar dari exit no 3 (ambil arah kiri) menuju pangkalan bis di depan Rajavithi Hospital.  Kemudian naik bis menuju Dusit Palace/Dusit Zoo

Bis

Bis no 5 – 12 – 18 – 28 – 70 – 108 – 510 – 515 – 539.Orang-orang disini lebih familiar dengan Dusit Zoo dibanding Dusit Palace. Agar lebih mudah, bilang saja mau turun di Dusit Zoo. Dari Dusit Zoo bisa jalan kaki ke Dusit Palace.

Tips Wisata ke Dusit Palace

-Datanglah pagi-pagi agar punya cukup waktu mengelilingi kompleks Dusit Palace

-Siapkan kain/sarung baik untuk laki-laki atau perempuan. Jaga-jaga kalau pakaian kita dianggap kurang sopan. Kalau kita tidak punya kain/sarung  kita harus membeli kain/sarung yang dijual di pintu masuk seharga 50 Baht (Sekitar 19.000 rupiah)

-Pakailah sepatu/sandal yang gampang dilepas.

-Tas besar bisa dititipkan di pintu masuk utama dan gratis. Sebelum masuk Vimanmek Mansion kita harus menitipkan kamera, HP, dompet, dengan menyewa loker seharga 20 Baht (sekitar  7600 rupiah)

-Sebelum masuk Vimanmek Mansion, ada baiknya kita membeli buku panduan Vimanmek Mansion yang dijual di tempat penitipan barang. Harga buku ini 30 Baht (sekitar 11.400 rupiah), lumayan buat nambah pengetahuan.

buku panduan vimanmek mansion

buku panduan vimanmek mansion

 Keterangan :
-Harga tiket bisa berubah sewaktu-waktu. Ini adalah harga tahun 2014
-Kurs Baht yang saya pakai adalah 1 Baht = 380 Rupiah

16 Responses to “Dusit Palace : Kemegahan Thailand Berpadu Eropa”
  1. Name January 30, 2015
  2. Elysia July 4, 2016
    • Nenk Phytlee July 14, 2016
  3. Catherine July 16, 2016
    • Nenk Phytlee July 26, 2016
  4. Catherine July 28, 2016
    • Nenk Phytlee July 31, 2016
  5. senja fibria August 14, 2016
    • Nenk Phytlee August 17, 2016
  6. Cerita Travel August 17, 2016
    • Nenk Phytlee August 17, 2016
  7. Amel September 15, 2016
    • Nenk Phytlee September 22, 2016
  8. Tina October 8, 2016
    • Nenk Phytlee October 13, 2016
  9. Laila February 7, 2017

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.