Berpelukan dengan Ular di Snake Farm Bangkok

Snake Farm Bangkok_hijab-backpacker.com

Berawal dari kehabisan ide tempat mana lagi yang mau dikunjungi di Bangkok, iseng-isenglah saya buka peta. Tempat-tempat wajib sudah saya habiskan kemarin, padahal masih sisa satu hari di Bangkok. Tiba-tiba mata saya ngeliat gambar ular unyu yang nongkrong di atas peta. “Wah boleh juga nih” pikir saya waktu itu. Kebetulan saya pecinta ular, jadi langsung excited sama yang namanya ular atau sejenisnya.

Di samping gambar ular itu ada tulisan “Snake Farm”, langsunglah saya browsing tentang Snake Farm Bangkok. Kira-kira worth it gak ya main kesana, jangan-jangan cuma kaya di Gembiraloka Yogyakarta lagi hehehe. Setelah lumayan lama nyari-nyari info akhirnya saya memutuskan untuk pergi ke Snake Farm. Untungnya Snake Farm ini masih bisa dijangkau sama BTS dan MRT, meskipun masih harus jalan lagi dari stasiun BTS/MRT.

Harga tiket masuk ke Snake Farm Bangkok adalah 200 Baht (sekitar 76.000). Waw, meleset dari perkiraan. Saya kira cuma 100 Baht, tapi karena udah capek-capek kesini masa mau gak masuk sih. Setelah membeli tiket, saya mulai menjelajahi setiap sudut bangunan Snake Farm. Ternyata Snake Farm ini masih satu kompleks dengan bangunan PMI Thailand. Agak heran juga sih, kok peternakan ular digabung sama PMI ya?hehehe.

Snake Farm Bangkok_hijab-backpacker.com

Eksis dulu sebelum masuk Snake Farm Bangkok 🙂

Snake Farm Bangkok merupakan peternakan ular kedua yang tertua di dunia. Peternakan ini didirikan pada tahun 1923 oleh seorang asing yang menyadari bahayanya racun ular. Masih inget film Thailand jadul yang rata-rata ceritanya tentang ular dan buaya? Thailand di zaman dulu memang terkenal dengan hewan berbahaya seperti buaya, ular, harimau dan lain sebagainya. Peternakan ini juga didirikan untuk membuat ekstrak serum dari racun ular. Serum impor yang biasa dipakai untuk mengobati racun ular sudah tidak berfungsi lagi menghadapi bisa ular Thailand. Waw, segitu ganaskah ular Thailand? Fungsi lain dari peternakan ini adalah sebagai media pembelajaran bagi orang-orang yang tertarik tentang dunia per-ular-an. Di dalam peternakan ini juga dikembang biakkan ular non-berbisa sebagai pestisida alami untuk membahas hama tikus di sawah.

Setelah saya keliling-keliling Snake Farm, ternyata areanya kecil sekali. Hanya ada dua arena utama, yaitu arena indoor dan outdoor. Arena outdoor menampilkan ular-ular di dalam kandang kaca tetapi desain ruangannya seperti di taman. Sedangkan yang indoor juga menampilkan ular dalam kandang kaca tetapi desainnya dalam ruangan. Ya, kira-kira seperti di kebun binatang pada umumnya. Di samping kandang tersebut disertai keterangan tentang ular tersebut. Seperti asal ular tersebut, nama latin dan lain sebagainya. Untuk pameran indoor terdapat 2 lantai, lantai pertama berisi kandang ular hidup, lantai kedua adalah museum ular yang lebih menampilkan lebih banyak informasi tentang ular dan beberapa patung ular.

Snake Farm Bangkok_hijab-backpacker.com

Outdoor area

Snake Farm Bangkok_hijab-backpacker.com

Sebelum masuk ke indoor area

Snake Farm Bangkok_hijab-backpacker.com

Tempat pertunjukan ular, masih sepiiiii

Yang paling berkesan buat saya adalah saat berada dalam arena indoor. Bukan ularnya yang berkesan, tapi ada satu tempat yang bikin saya gak berani lewat. Jadi di dalam ruangan tersebut ada sejenis hutan mini, jalannya pun berbentuk jembatan kayu. Dengan semangat 45 saya ajak teman saya lewat situ, kayaknya seru dan menantang aja. Sebelum saya masuk, saya baca dulu papan di sebelahnya. Nah inilah yang bikin saya shocked dan gak jadi lewat situ. Kira-kira maksud tulisannya begini :

“Berhati-hatilah ketika melewati jembatan ini. Kami tidak bertanggung jawab kalau tiba-tiba ada ular yang lewat atau jatuh dari pohon” (Tulisan aslinya dalam bahasa Inggris)

Habis baca peringatan tersebut nyali saya ciyut juga. Iya sih saya pecinta ular, tapi kan gak lucu kalau tiba-tiba ada ular nemplok di kepala saya. Akhirnya kami cuma foto di depan jembatan itu hihi.

Snake Farm Bangkok_hijab-backpacker.com

Jembatan yang bikin nyali ciut, samping kirinya hutan mini

Snake Farm Bangkok_hijab-backpacker.com

Suasana dalam indoor area

Puas berkeliling bangunan di Snake Farm saya dan teman saya bingung kemana lagi, karena kami keliling-keliling baru 1 jam doang. Teman saya yang lain kelihatannya sudah bosan ngeliatin ular-ular yang tidur siang. Sebenarnya kami mau nonton pertunjukkan ular, tapi masih 1,5 jam lagi. Akhirnya kami memutuskan untuk cari tempat lain dulu. Saya bertanya pada petugas penjaga tiket, apa boleh kami keluar dulu terus balik lagi saat pertunjukannya mau dimulai? Dengan ramah ibu penjaga tiket mempersilahkan kami.

Snake Farm Bangkok_hijab-backpacker.com

Tepat habis foto ini diambil hujan derasa dan kita lari-lari gak jelas -_-

Keluar dari area Snake Farm kami akhirnya pergi ke Lumphini Park. Taman ini seperti taman-taman di Indonesia lainnya, biasa dipake nongkrong, pacaran, olahraga, bersepeda dan lain sebagainya. Mungkin karena kami kesana siang hari jadinya tamannya sepi banget, ditambah lagi hari itu hujan. Kami cuma foto-foto sebentar, terus berteduh karena hujannya lumayan deras. Alhamdulillah, saat kami mau balik lagi ke Snake Farm hujannya mulai berhenti.

Sampai di Snake Farm kami masih punya waktu 30 menitan sebelum pertunjukkan dimulai. Kebetulan kami nemu kafe dan langsunglah kami cuss ngopi disitu. Hujan-hujan ditemani kopi emang pas banget hehehe. Setelah puas ngopi-ngopi , kami langsung pergi ke tempat pertunjukkan ular. Saya kira penontonnya cuma kami doang, soalnya kok kayaknya tempatnya gak populer gitu dan sepi banget. Eh, ternyata saya salah. Sampai disana penonton udah duduk di posisi PW dan kebanyakan bule semua. Kami yang datang terlambat cuma kebagian di pinggir tangga 🙁 . Beberapa menit kemudian, tiba-tiba ada bule yang mempersilahkan kami duduk. Makasih mas bule 😀

Snake Farm Bangkok_hijab-backpacker.com

Kursi penonton udah penuh, yang kepala merah sama coklat itu kami yang terpaksa nonton di tangga 🙁

Snake Farm Bangkok_hijab-backpacker.com

Dapet tempat duduk juga, ada bule baik hati yang mempersilahkan kami duduk. Thank you 🙂

Akhirnya pertunjukan pun di mulai, MC mulai membuka acara dengan ngelawak. Hampir semua penonton tertawa termasuk saya. “Pinter juga nih” batin saya, selain pinter ngelawak MC-nya imut juga loh *salah fokus hahaha. Satu persatu ular mulai dikeluarkan, dengan gayanya yang lucu MC menjelaskan mengenai informasi ular tersebut. Ular-ular tersebut merupakan ular-ular yang tidak ada dalam kandang dan biasanya sangat spesial. Contohnya seperti King Kobra, Phyton, dsb. Selain memamerkan ular, ada juga atraksi pawang ular untuk menangkap ular yang dianggap berbahaya. Di akhir acara, semua penonton boleh berfoto dengan ular tersebut. Wah, senangnya!!!

Snake Farm Bangkok_hijab-backpacker.com

Atraksi dan show

Snake Farm Bangkok_hijab-backpacker.com

Giliran saya yang pelukan sama si ular unyu ini 😀

Mengunjungi Snake Farm Bangkok ternyata asyik juga, terutama bagi orang-orang yang tertarik sama dunia per-ular-an. Apalagi kalau kita pergi sama anak atau adek kita yang masih kecil. Mereka pasti suka banget sama tempat ini. Mungkin bagi orang yang gak begitu suka dengan ular, kunjungan ke Snake Farm Bangkok bisa jadi kunjungan yang membosankan. Nah, apakah kamu pecinta ular? Atau lagi traveling sama anak kecil? Kalau iya sempetin datang kesini deh. Dijamin gak nyesel!

Informasi Lain Tentang Snake Farm Bangkok

-Harga tiket
Dewasa : 200 Baht (sekitar 76.000 rupiah)
Anak-anak : 50 Baht (sekitar 19.000 rupiah)

-Waktu buka :
Senin-Jum’at (09.30-15.30)
Sabtu, Minggu, dan Libur Nasional (09.30-13.00)

-Pertunjukan ular (Berfoto dengan ular, pameran ular):
Senin-Jum’at pukul 14.30
Sabtu, Minggu, dan Libur Nasional pukul 11.00

-Ekstrasi bisa ular (Tidak tersedia pada saat weekend dan libur nasional)
Senin-Jum’at pukul 11.00

Cara Menuju Snake Farm Bangkok

Bis no
4,45,47,50,67, 74, 76, 141, 501

BTS/MRT
Turun di Stasiun BTS Sala Daeng ( S2 Station), keluar dari pintu exit no.3. Setelah sampai di jalan balik arah dan berjalanlah ke arah Rama 4 Road menuju Henry Dunang Road. Jalan lagi sekitar 100 meter, Snake Farm ada di samping kananmu

cara lain  : Dari stasiun BTS Sala Daeng transfer ke MRT Silom. Ambil MRT ke stasiun MRT Samyan. Keluar MRT Samyan jalan kaki sekitar 100 meter. Snake Farm ada di kiri jalan. (menurut saya cara yang kedua lebih gampang)

PS : Lebih jelasnya tanya orang sekitar ya.

Tips Wisata di Snake Farm Bangkok
-Usahakan datang tepat pada saat jam pertunjukan agar tidak terlambat dan mendapat tempat duduk yang enak. Selesai pertunjukan kita bisa berkeliling atau sebaliknya.
-Tiket berlaku untuk satu hari, kita bebas keluar masuk Snake Farm tanpa perlu membeli tiket lagi di hari yang sama.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.