Backpacking Indochina #Day 9 : Ho Chi Minh, We’re coming!!!

Good morning Universe!! Pagi ini adalah pagi terakhir kami di Pnom Penh, karena sebentar lagi kami akan naik bis ke Ho Chi Minh. Kami sudah memesan tiket Bis Mekong Express untuk perjalanan kami ke Ho Chi Minh. Saya baca dari berbagai sumber, bis Mekong Express termasuk bis yang terpercaya diantara agen-agen bis lainnya. Harga tiketnya lumayan bikin cekak 15 USD haha, padahal saya cuma budgetin 10 USD aja.

Jam 06.30 kami sudah check out dari hotel,rencananya jam 07.00 kami akan dijemput oleh agen bis untuk menuju ke terminal. Fasilitas penjemputan ini gratis saudara-saudara hehe. Karena kemarin urusan pesan tiket di urus sama Abang Afifi, jadilah agen bis jemputnya di hotel Abang Afifi. Kami pun harus berjalan sedikit menuju hotel Abang Afifi (saya lupa nama hotelnya). Sambil jalan-jalan pagi, kami melihat-lihat suasana di pagi hari yang penuh banget sama banyak orang. Ternyata di sekitar hotel kami itu ada pasar.

Pukul 07.00 lebih sedikit jemputan dari agen bis datang, kami adalah orang pertama yang dijemput. Sebelum mencapai terminal, kami harus menjemput orang-orang yang mau naik bis juga. Setelah berputar-putar kesana kemari, akhirnya kami sampai juga di terminal bis nya. Tadinya saya pikir terminal bis nya sama kaya terminal saat kami datang ke Pnom Penh kemarin, ternyata terminal ini semacam pangkalan bis khusus agen tertentu.

SAM_1363

Agen bis Mekong Express

Kami menukarkan tiket dulu di agen bis Mekong Express, kemudian kami antri untuk memasukkan tas ke dalam bagasi bis. Tiket yang tadi kita dapatkan akan dirobek menjadi dua, satu untuk mengambil tas di dalam bagasi, satunya lagi untuk menandai tas kita agar tidak tertukar. Saya cukup salut dengan peraturan ini, bagus juga biar tas kita gak ketuker atau kebawa sama yang lain. Selain itu, tas-tas kita juga di tata oleh petugasnya, jadi bukan kita yang berebut masukin tas ke dalam bagasi kaya bis-bis di Indonesia.

Selanjutnya kami disuruh menunggu, karena bis sedang dipanaskan dan kru bis mempersiapkan yang lainnya. Sebenernya perut saya keroncongan banget, tapi karena gak ada waktu sarapan dan gak tau makanan halal dimana, jadilah saya nahan laper pake energen (andalan haha). Gak lama setelah itu, kami disuruh masuk oleh petugas bis yang menurut saya lebih mirip pramugari, karena bajunya cantik dan dia dandannya oke juga hehe ( dasar cewek :p ). Sebelum masuk ke dalam bis kita akan disuruh antri untuk cek tiket dan kesesuaian tempat duduk. Waw, saya lumayan impress dengan keteraturan dari Bis Mekong Express ini, mungkin karena pakai standard pelayanan bule kali ya.

Sebelum bis jalan, kami diberi penjelasan dulu mengenai perjalanan yang akan di tempuh. Lagi-lagi saya impressed karena bahasa Inggrisnya lancar dan fasih banget!!. Pramugari di depan menjelaskan kalau kami akan menempuh perjalanan selama 8 jam dan istirahat 1 kali. Kalau butuh apa-apa bisa minta bantuan pramugari di depan, pokoknya helpful banget deh hehe. Selanjutnya kami di tanyai negara asal kami untuk data penumpang. Yang terakhir kami dibagikan handuk basah dan snack (Ini yang bikin kami teriak tanpa sengaja *katrok haha)

SAM_1369

Ada pramugarinya ­čÖé

Bis pun mulai jalan, awalnya saya antusias memandangi pemandangan selama perjalanan. Lama-lama saya bosan juga, akhirnya saya pindah ke kursi kosong lainnya biar bisa tidur selonjoran. Saya terbangun karena suara pramugari yang membangunkan saya, ternyata kami sudah sampai di border Kamboja. Pemeriksaan berjalan seperti biasa, kami mengantri di border untuk cap di paspor. Kemudian kami naik bis lagi untuk menuju border Vietnam. Sebelum turun pramugari meminta passport kami semua untuk di antrikan di border. Tidak seperti border di negara lain yang mengharuskan kami mengantri sendiri, border di Vietnam cukup lucu menurut saya. Kami harus menunggu giliran dipanggil oleh pramugari masing-masing untuk kemudian maju berhadapan dengan petugas imigrasi. Tanpa ba bi bu, petugas pun langsung men-cap passport kami. Sama seperti di Kamboja kami tidak di periksa tasnya, padahal kami sudah berat-berat ambil tas dari bagasi -_-

SAM_1374

Border Kamboja ^^

SAM_1378

Masuk Border Vietnam ^^

Keluar dari perbatasan Vietnam, saya tidak bisa tidur dan lebih tertarik melihat pemandangan di sekitar. Suasana sudah lebih hijau, saya bisa melihat pohon-pohon dan rumput-rumput hijau. Tulisan pun sudah berubah jadi tulisan Vietnam. Dari rumah-rumah panggung di Kamboja, sedikit demi sedikit mulai berganti menjadi rumah-rumah modern di Vietnam. Lama kelaman saya ngantuk juga dan ketiduran lagi hehe :p

SAM_1379

Pemandangan sepanjang jalan ­čÖé

Sekitar pukul 2 kami tiba di tengah kota Ho Chi Minh, masih setengah sadar saya dan teman saya ikut mengantri untuk mengambil tas di bagasi. Saya sampai tidak sadar kalau Abang Afifi sudah pergi dulu, kebetulan hotel kami memang beda. Saya duduk dulu sambil liat-liat sekitar, supir taksi dan ojek berhamburan menghampiri kami yang kami tolak sambil senyum.  Ketika menemukan nama jalan tempat kami berada saya langsung lega, hotel kami tidak jauh dari situ. Dengan semangat 45, kami segera bergegas menuju hotel. Badan kami udah minta haknya buat tiduran di kasur hihi.

Hotel kami bernama Hotel Thuy Tien di Pham Ngu Lao 359. Kebetulan kami ada di Pham Ngu Lao 279 jadi kami tidak jauh dari lokasi hotel.  Hotel yang kami pilih sekarang rada elit, mentang-mentang hari terakhir kami jadi pengen memanjakan diri setelah kemaren ngegembel di stasiun dan terminal hihi. Dengan budget 19 USD per malam, hotelnya emang oke buat melepas lelah. Ber-AC, kamar mandi dalam, double bed plus jendela hotel. Sampai di hotel kami langsung tiduran dan lama-lama ketiduran hehe.

SAM_1381

Hotel ngelite hihi

Gak kerasa kami udah tidur selama 2 jam hihi, bangun-bangun udah jam 4 aja. Mungkin itu tidur ternyenyak selama backpacking ini. Perut udah mulai krucuk-krucuk karena kami seharian belum makan nasi, akhirnya kami bergegas mandi, shalat, dan siap-siap cari makan. Niatnya kami mau cari makan masakan Malaysia aja, karena perut takut gak bersahabat sama makanan Vietnam.  Berdasarkan buku yang saya baca, ada kedai makanan Malaysia yang dekat dengan masjid. Kami pun tertarik kesana, firasat saya sih tempatnya gak jauh-jauh banget dari hotel.

Kami mulai menelusuri jalan Pham Ngu Lao, awalnya kami masih seneng-seneng karena masih foto-foto dan ketawa-tawa, tapi lama-lama jadi BT karena restorannya gak ketemu juga. Tanya orang pada gak paham bahasa Inggris. Akhirnya kami cari tukang ojek buat antar kami. Butuh perjuangan banget buat ngejelasin ke tukang ojeknya kalau kami mau pergi ke Masjid Cho-lon, belum lagi sesi tawar menawar yang alot gara-gara kami harus pake bahasa tarzan. Disepakatilah kami akan membayar 5 USD untuk sampai ke Masjid Cho-lon.

SAM_1389

Welcome to kesemrawutan kota Vietnam ^^

Si tukang ojek membawa kami bermanuver ria di tengah jalan kota Ho Chi Minh yang aduhai semrawutnya. Saat itu kami boncengan bertiga, bisa dibayangin dong betapa pegelnya p*nt*t kami karena harus menahan senggolan sana sini. Belum lagi jantung kami gak bisa berhenti deg-deg an, ya ampun berasa ada di ujung maut. Bayangin aja, si tukang ojek mau belok kiri tapi masih ada di sisi kanan dan itu belok tiba. Otomatis kami dapet klaksonan dari pengendara motor dan mobil lainnya. Tapi akhirnya kami sampai juga, kami mengucapkan terimakasih dengan agak gak ikhlas karena habis dibawa manuver dengan kejamnya tadi huffffttttt

SAM_1400

Nyampe juga ya akhirnya fyuuuh

Sampai di masjid kami shalat terus makan, saya dan teman saya pesan nasi goreng. Saat itu kedai makan tidak terlalu ramai, Cuma ada sekolompok turis Malaysia yang lagi ber haha-hihi disana. Selesai makan kami sempat ngobrol-ngobrol dan cerita pengalaman kami tadi dengan pemilik kedai. Dia Cuma tertawa dan bilang kalau naik ojek 5 USD itu kemahalan, kemudian dia menyarankan kami untuk pulang naik bis saja yang lebih murah. ONgkosnya 5000 Dong atau sekita 0.25 USD, lumayan kan hehe.

SAM_1398

Makan dulu yuuk ^^

Kami naik bis jalur 1 jurusan Ben Tanh Market, kebetulan saat itu sedang jam pulang kantor dan anak-anak pulang les. Jadi bis lumayan penuh, tapi untungnya kami kebagian tempat duduk. Saya menikmati suasana kota Ho Chi Minh yang begitu padat dan semrawut, sementara itu gadi-gadis remaja berwajah oriental ber haha-hihi keras sekali. Wajah mereka wajah China banget, saya berasa lagi ada di China bukan Vietnam hehe.

SAM_1409

Iseng-iseng foto bisnya hehe

Bis sudah berhenti, semua penumpang turun di Ben Tanh Market, teman saya langsung semangat lagi. Kalau udah urusan market dan belanja emang gak bisa dilawan deh dia mah. Setelah belanja oleh-oleh seadanya, saya menyerah dan lebih memilih menunggu teman saya yang masih semangat belanja di pintu gerbang. Saya capek dan mau duduk aja sambil melihat-lihat sekitar. Pasar  Ben Tanh cukup banyak dipenuhi turis dari Malaysia, bisa saya lihat dari wajahnya yang khas MElayu dan kerudungnya. Mereka memborong banyak barang dari pasar ini, saya jadi teringat Abang Afifi. Gimana kabar dia ya?

SAM_1417

Ben Tanh Market dari pintu belakang

SAM_1419

Suasana pasar, gak jauh beda kaya Bringharjo ya hehe

Lagi asyik ngelamun tiba-tiba teman saya mengagetkan saya, ternyata dia udah selesai belanja. Kami pun berjalan pulang ke hotel. Agak sedikit kaget karena ternyata di sekitar pasar Ben Tanh banyak makanan halal dan kedai makan Malaysia. Duh, kenapa kami jauh-jauh ke Masjid Cho Lon kalao disana ada huhu. Jarak antara pasar Ben Tanh dan hotel kami ternyata jauh juga, kaki kami jadi harus mengeluarkan tenaga ekstra buat jalan jauh lagi. Akhirnya kami sampai juga di jalan dekat hotel kami, sebelum sampai hotel saya sempat memesan tur travel untuk perjalanan ke Chu Chi Tunnel besok. Habis itu saya langsung cepat-cepat jalan ke hotel. Hari ini capeeeeeek banget !!!

2 Responses to “Backpacking Indochina #Day 9 : Ho Chi Minh, We’re coming!!!”
  1. sarah October 16, 2016
    • Nenk Phytlee October 24, 2016

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.